
Azzam Al Farizqi lahir pada 20 Februari 2023 di Desa Kota Agung, Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten OKU Selatan. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Ibu Revi Lestari dan Ayah Erik Astrada.
Azzam lahir secara prematur dengan berat badan hanya 1,7 kg. Saat berusia sekitar 6 bulan, ibunya mulai menyadari bahwa pertumbuhan Azzam berjalan lebih lambat dibandingkan yang diharapkan.

Ketika berusia 10 bulan, Azzam dibawa ke rumah sakit daerah untuk mendapatkan pemeriksaan. Namun, karena kondisi dan keterbatasan fasilitas, Azzam dirujuk ke Palembang untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan mengetahui kondisi yang dialaminya secara pasti.
Sayangnya, keterbatasan biaya membuat Azzam belum bisa segera dibawa ke Palembang. Sambil menunggu keadaan memungkinkan, keluarga hanya mampu membawa Azzam untuk mendapatkan pengobatan secara tradisional.

Setelah menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut, pada awal Juli 2026 setelah diberi rujukan dari RS daerah Azzam akhirnya dibawa ke rumah sakit di Palembang. Dokter kemudian mendiagnosis Azzam mengalami spastic cerebral palsy. Saat ini Azzam baru mendapatkan obat dan direncanakan menjalani terapi, namun masih menunggu jadwal dari dokter di RSMH Palembang.

Bagi keluarga Azzam, perjalanan berobat ke Palembang bukanlah hal yang mudah. Biaya transportasi dari desa menuju Palembang mencapai sekitar Rp250.000 per orang sekali perjalanan. Sementara itu, sang ayah hanya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang terbatas.
Untuk mengurangi beban biaya selama menjalani pengobatan, Azzam dan keluarganya saat ini tinggal di salah satu rumah singgah yang menyediakan tempat tinggal secara gratis bagi masyarakat kurang mampu.

Namun, kebutuhan untuk pengobatan, terapi, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari tetap menjadi beban yang berat bagi keluarga.
Orang baik, mari kita bantu Azzam.
Mari bersama-sama membantu Azzam mendapatkan pengobatan dan terapi yang dibutuhkannya. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, semoga dapat menjadi jalan bagi Azzam dan keluarganya untuk terus melangkah.
Mari menjadi bagian dari harapan yang sedang mereka perjuangkan.
Mari hadir sebagai kekuatan, sebagai pelipur duka, dan sebagai penyambung asa bagi Azzam dan keluarganya.

Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
