
Di Desa Lubuk Kemang, Muratara, seorang wanita tangguh bernama Ibu Luknaida sedang mempertaruhkan sisa kekuatannya untuk bertahan hidup. Lima tahun lalu, keceriaan hidupnya perlahan sirna saat beliau menemukan benjolan di payudara sebelah kanannya. Terhimpit keterbatasan biaya, Ibu Luknaida dan suaminya yang hanya hidup berdua sempat berikhtiar melalui pengobatan alternatif di kampung. Namun, karena kondisi tak kunjung membaik, beliau akhirnya dilarikan ke rumah sakit di Lubuklinggau dan didiagnosis menderita Malignant Neoplasm of Breast (Kanker Payudara).

Kini, setelah menjalani prosedur operasi beberapa bulan lalu, Ibu Luknaida harus melanjutkan perjuangan maratonnya melalui serangkaian kemoterapi di rumah sakit rujukan di Palembang. Dalam perjuangan yang teramat berat ini, tak ada anak yang mendampingi karena beliau dan suami belum dikaruniai buah hati. Hanya sang suami tercinta yang setia berada di sisinya, menggenggam erat tangannya di setiap proses pengobatan yang melelahkan.

Mata pencaharian sang suami hanyalah seorang buruh kebun dengan penghasilan yang sama sekali tak pasti. Demi menghemat pengeluaran, pasangan suami istri ini terpaksa menetap di rumah singgah di Palembang. Namun, biaya operasional harian, ongkos transportasi, hingga kebutuhan nutrisi pendamping selama perantauan telah menguras habis tabungan mereka yang memang sudah serba terbatas.
#OrangBaik, entah sampai kapan Ibu Luknaida harus bertahan menjalani pengobatan di Palembang. Di saat pemasukan terhenti total, biaya kebutuhan harian terus menumpuk. Mari kita bersama-sama menjadi penopang perjuangan Ibu Luknaida dan suaminya agar pengobatan kanker ini dapat berjalan lancar hingga sembuh total.
Mari bantu berikan donasi terbaik untuk Ibu Luknaida dengan cara:
Tak hanya mendoakan dan berdonasi, sahabat juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang menemani perjuangan Ibu Luknaida. Terima kasih banyak, #OrangBaik!

Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
