
Duka mendalam dan ujian fisik harus dipikul sekaligus oleh Pak Sukardin. Setelah kehilangan istri tercintanya yang berpulang tahun lalu, kini mantan supir bus antar kota antar provinsi ini harus berjuang melawan vonis Malignant Neoplasm of Nasopharynx (Kanker Nasofaring). Sakit ini sudah menggerogotinya sejak Juli 2025. Meski sudah lama berhenti merokok, takdir berkata lain. Suara Pak Sukardin kini terdengar sangat lirih dan hampir tak terdengar saat menceritakan penyakitnya.

Kondisi kesehatan yang kian menurun memaksa Pak Sukardin untuk berhenti total dari pekerjaannya di jalanan. Di tengah perjuangan yang teramat berat ini, beliau ditemani oleh putri semata wayangnya, Rahma. Putri tercintanya yang baru dua tahun lulus SMA ini rela menunda masa depannya demi fokus merawat dan mendampingi sang ayah berobat setiap hari dari rumah sakit ke rumah sakit.

Untuk bertahan hidup dan membiayai pengobatan di Palembang, keluarga kecil ini hanya mengandalkan bantuan yang sangat terbatas dari adik Pak Sukardin. Demi menghemat ongkos dan operasional harian di perantauan, Pak Sukardin dan Rahma terpaksa menumpang di salah satu rumah singgah gratis khusus penderita kurang mampu, karena beliau sudah tidak lagi memiliki penghasilan.
#OrangBaik, perjuangan Pak Sukardin dan pengorbanan putrinya membutuhkan uluran tangan kita. Mari kita bantu meringankan biaya operasional pengobatan dan kebutuhan harian Pak Sukardin agar beliau bisa terus berjuang meraih kesembuhan. Uluran tangan Anda hari ini akan menjadi sambungan harapan sekaligus penambal duka bagi keluarga ini, serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
Mari bantu perjuangan Pak Sukardin dengan cara:
Terima kasih banyak, #OrangBaik!

Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
