
\\\"Awalnya cuma luka kecil di pinggir lidah. Saya kira cuma sariawan biasa. Saya biarkan, saya cuma pakai obat sariawan biasa,\\\" lirih Pak Kismono dengan suara yang kini hampir tak terdengar jelas. Pak Kismono bertempat tinggal di Sumatera Selatan.
Siapa sangka, luka kecil yang dianggap remeh itu menjadi awal dari mimpi buruk. Bulan demi bulan berlalu, sariawan itu tidak kunjung sembuh. Lidahnya justru terasa sakit luar biasa, kaku, dan mulai membengkak hingga merintangi suaranya.
Keluarga akhirnya membawa Kismono ke rumah sakit. Vonis dokter menghancurkan dunia mereka: Tumor Lidah.

Luka yang awalnya kecil itu kini telah berubah menjadi Tumor lidah yang perlahan menggerogoti lidahnya. Kini, setiap suapan makanan terasa seperti beling yang menusuk tenggorokan. Jangankan bicara, untuk sekadar menelan ludah pun, Pak Kismono harus menahan sakit yang tak terbayangkan.
\\\"Saya cuma takut satu hal, Kak... saya takut lidah saya diangkat dan gak bisa bicara lagi sama anak istri saya,\\\" bisiknya menahan tangis.

Tumor ini bergerak cepat. Jika tidak segera dilakukan operasi pengangkatan tumor, kemoterapi, dan radioterapi, kanker ini berisiko menyebar ke bagian tubuh lainnya. Namun, biaya yang dibutuhkan sangat besar. Pekerjaan Pak Kismono sebagai Tukang Listrik dan Guru Ngaji terpaksa berhenti, sementara tabungan sudah habis untuk berobat jalan.

Pak Kismono pernah bercita-cita ingin berbicara seacara normal lagi, agar teman bicaranya mudah mengerti dan paham apa yang ia bicarakan.
Semoga jika diberi kesembuhan Pak Kismono bisa melanjutkan aktivitasnya lagi.
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
