
Ujian berat mendadak menghantam kehidupan Pak Yusman dan keluarganya warga Tungkal Jaya, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, sejak Oktober 2025 lalu. Tanpa tanda-tanda sebelumnya, tubuh Pak Yusman tiba-tiba membengkak parah dan wajahnya kian hari kian pucat pasi. Sang istri yang panik langsung membawa beliau ke Rumah Sakit Daerah Sungai Lilin. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin (HB) Pak Yusman anjlok drastis. Karena keterbatasan fasilitas, pada November 2025 beliau dirujuk ke rumah sakit di Palembang. Namun, karena kendala biaya yang sangat menghimpit, Pak Yusman baru bisa dibawa berobat ke Palembang pada bulan Desember.

Hingga saat ini, Pak Yusman harus berjuang melawan kondisi langka di mana kadar HB di tubuhnya terus turun secara misterius setiap bulan. Untuk menyambung nyawanya, beliau wajib menjalani transfusi darah rutin dalam jumlah yang sangat banyak—paling sedikit 5 kantong hingga 8 kantong darah setiap bulannya. Saat ini, Pak Yusman telah menjalani tindakan CT Scan dan sedang berdebar menunggu hasilnya pada bulan Agustus mendatang, bersamaan dengan jadwal kontrol rutinnya di Palembang.

Demi membiayai pengobatan sang suami, keluarga kecil ini terpaksa berutang ke sana-sini. Ongkos perjalanan (travel) dari desa mereka di Babat Supat menuju Palembang mencapai Rp150.000 per orang—sebuah angka yang sangat besar dan memberatkan bagi mereka. Kondisi ekonomi yang kian terpuruk memaksa Pak Yusman dan istri mengambil keputusan pahit: menjual sebidang tanah kebun karet yang selama ini menjadi satu-satunya sumber mata pencaharian utama keluarga. Uang hasil penjualan tersebut terpaksa dihabiskan untuk membayar utang berobat, biaya operasional ke Palembang, serta menopang biaya sekolah anak-anak mereka.
Di tengah perjuangan yang teramat melelahkan ini, sang istri tak pernah berhenti melangitkan doa. Harapan terbesarnya sangat sederhana: ingin melihat suaminya sembuh total, hasil pemeriksaan medisnya memuaskan, dan Pak Yusman bisa kembali sehat tanpa harus bergantung pada transfusi darah terus-menerus. Jika ada #OrangBaik yang berkenan membantu, sang istri dan Pak Yusman mengucapkan terima kasih yang tak terhingga dan berdoa semoga kebaikan para donatur dibalas dengan kelancaran serta kemudahan rezeki oleh Tuhan Yang Maha Esa.

#OrangBaik, mari kita bantu ringankan beban hidup dan biaya operasional pengobatan Pak Yusman agar beliau bisa terus berjuang meraih kesembuhan. Setiap uluran tangan Anda adalah sambungan napas dan harapan baru bagi keluarga ini.
Mari bantu perjuangan Pak Yusman dengan cara:
Terima kasih banyak, #OrangBaik!

Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
