Bantu Ananda Zaki 12 Tahun Berjuang Sembuh

Hai #OrangBaik, bagaimana kabarnya? Semoga #OrangBaik selalu sehat, diberikan kecukupan, serta kelimpahan rezeki yang berkah. Amin. Perkenalkan, ini adik kita, M. Zaki Abdillah (Zaki), anak ke-3 dari 4 bersaudara pasangan Bapak Robani (42) dan Ibu Mardiyah/Diah (43). Saat ini, Zaki sedang berjuang hebat melawan Paraplegia dan Tetraplegia (kelumpuhan anggota gerak akibat gangguan saraf). Kondisi ini […]

Bantu Bu Luknaida Sembuh dari kanker payudara

Di Desa Lubuk Kemang, Muratara, seorang wanita tangguh bernama Ibu Luknaida sedang mempertaruhkan sisa kekuatannya untuk bertahan hidup. Lima tahun lalu, keceriaan hidupnya perlahan sirna saat beliau menemukan benjolan di payudara sebelah kanannya. Terhimpit keterbatasan biaya, Ibu Luknaida dan suaminya yang hanya hidup berdua sempat berikhtiar melalui pengobatan alternatif di kampung. Namun, karena kondisi tak […]

Bantu Pak Sukardin Sembuh dari Kanker Nasofaring

Duka mendalam dan ujian fisik harus dipikul sekaligus oleh Pak Sukardin. Setelah kehilangan istri tercintanya yang berpulang tahun lalu, kini mantan supir bus antar kota antar provinsi ini harus berjuang melawan vonis Malignant Neoplasm of Nasopharynx (Kanker Nasofaring). Sakit ini sudah menggerogotinya sejak Juli 2025. Meski sudah lama berhenti merokok, takdir berkata lain. Suara Pak […]

Patungan Pengobatan untuk Kesembuhan Pak Yusman

Ujian berat mendadak menghantam kehidupan Pak Yusman dan keluarganya warga Tungkal Jaya, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, sejak Oktober 2025 lalu. Tanpa tanda-tanda sebelumnya, tubuh Pak Yusman tiba-tiba membengkak parah dan wajahnya kian hari kian pucat pasi. Sang istri yang panik langsung membawa beliau ke Rumah Sakit Daerah Sungai Lilin. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin (HB) Pak […]

Bantu Azzura Melawan Penyakit Langka Sejak Lahir

“Setiap bayi berhak tumbuh sehat. Namun Azzura harus berjuang bahkan sejak pertama kali membuka matanya.” Azzura Nur Alkahfi adalah putri kedua dari pasangan Bapak Khosyi’in dan Ibu Fitriasari yang berasal dari Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Sejak lahir, Azzura harus menghadapi berbagai kondisi medis yang berat. Ia mengalami kejang, gangguan penglihatan, keterlambatan perkembangan, dan setelah menjalani […]

Bantu Dimas Melawan Tumor di Wajah

“Waktu kecil dia pernah operasi sampai 9 kali, tapi karena kami kehabisan biaya pengobatannya jadi gak bisa dilanjut. Sekarang tumor dimuka anak kami sudah seberat 2 kilo lebih,” lirih sang ibu.   Selama 21 tahun hidupnya, Dimas gak pernah bisa lihat muka sendiri akibat tertutup tumor. Bayangin selama hidupnya Dimas harus lawan sakit dan ejekan […]

Bantu Regina Sembuh dari Kanker Lymphoma

Masa remaja yang seharusnya penuh harapan kini berubah menjadi perjuangan berat bagi Regina Verdya Ningsih. Gadis malang berusia 16 tahun ini merupakan anak kelima dari pasangan Ibu Manisah dan Bapak Hadi Utomo, yang berasal dari Desa Margo Tani, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten OKU Timur. Badai ujian ini bermula sejak bulan Juli 2025 lalu, saat […]

Uluran Tangan untuk Jagoan Cilik Kita

Di usianya yang baru menginjak 2,7 tahun, Roudhotul Jannah yang tinggal di Sumatera Selatan harus menghadapi ujian berat. Sejak usia 2 tahun 2 bulan, keceriaannya perlahan meredup setelah dokter mendiagnosisnya menderita leukemia. Kini, hari-harinya tak lagi diisi dengan bermain, melainkan perjuangan melawan sakit yang menggerogoti tubuh kecilnya.   Gejala awalnya sungguh memilukan; tubuh Roudhotul tampak pucat […]

Wajib Cuci Darah, Bantu Ana Berjuang Hidup!

Rasa sakit yang tak tertahankan kini harus akrab menemani hari-hari Ibu Ana Fitriyah Rohma. Wanita paruh baya asal Desa Kampung Baru, Kecamatan Mesuji Makmur, Ogan Komering Ilir (OKI) ini, sudah delapan bulan lamanya bertaruh nyawa melawan penyakit mematikan: Gagal Ginjal Kronis. Ibu Ana yang dulunya aktif mengurus keluarga, kini harus melihat tubuhnya kian hari kian melemah akibat fungsi organ vitalnya yang perlahan terus menurun.   Kisah pilu ini bermula sekitar bulan Oktober tahun lalu, saat Ibu Ana mulai merasakan gejala-gejala aneh pada tubuhnya. Pinggangnya didera rasa sakit yang luar biasa, disusul dengan kondisi kencing yang bercampur darah. Tak hanya itu, ia juga kerap merasakan mual dan muntah.   Kondisi fisik kian memburuk, pihak keluarga yang panik langsung melarikan Ibu Ana ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat. Namun, karena keterbatasan alat medis yang ada di daerah, dokter menyatakan kondisi ginjal Ibu Ana sudah terlampau kritis. Detik itu juga, runtuh hati keluarga saat mendengar Ibu Ana harus segera dirujuk ke rumah sakit besar di Palembang demi menjalani tindakan cuci darah (hemodialisis) untuk menyambung hidupnya. Perjalanan jauh demi menjemput kesembuhan ini seketika mengubah total garis hidup keluarga kecil ini. Sejak bulan Oktober hingga hari ini, Ibu Ana terpaksa harus bertahan dan menginap di salah satu rumah singgah di Palembang yang lokasinya dekat dengan rumah sakit. Beruntung, di tengah badai ujian yang begitu hebat, ada sosok suami tercinta yang dengan setia selalu berada di sisi Ibu Ana. Sang suami bahkan rela melepas pekerjaannya sebagai buruh harian lepas demi fokus total menjaga dan menemani setiap proses pengobatan sang istri. Namun, cinta saja ternyata tidak cukup untuk membayar biaya medis yang terus menuntut. Karena sang suami sudah tidak lagi bekerja dan kehilangan pemasukan, mereka benar-benar terjepit di dalam jurang kemiskinan. Demi menutupi biaya operasional pengobatan, ongkos bolak-balik, serta obat-obatan luar yang menguras kantong, keluarga ini terpaksa mengambil keputusan paling berat: menjual satu-satunya aset rumah yang mereka miliki di dusun halaman kampung halaman. Kini, mereka tak lagi memiliki tempat bernaung yang utuh.   Duka keluarga ini kian terasa menyayat hati jika mengingat buah hati mereka. Pasangan suami istri ini memiliki seorang anak yang saat ini baru saja menginjak bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Karena kedua orang tuanya harus menetap di Palembang demi berobat, bocah kecil yang masih sangat membutuhkan pelukan hangat ibunya itu terpaksa ditinggal di dusun dan dititipkan kepada sang nenek. Rasa rindu yang membuncah seringkali membuat Ibu Ana menangis diam-diam di sela-sela waktu cuci darahnya. Di dalam hati kecilnya, Ibu Ana terus melangitkan doa dan berharap akan datangnya sebuah keajaiban. “Saya hanya ingin sembuh dan tidak perlu cuci darah lagi. Saya mau pulang ke dusun untuk menemani anak saya sekolah, mengantarkannya ke gerbang TK, dan kembali menyiapkan segala keperluan kerja untuk […]